AUDIT INTERNAL OHSAS

AUDIT INTERNAL OHSAS

PENDAHULUAN AUDIT INTERNAL OHSAS

AUDIT INTERNAL OHSAS. Top management dari setiap organisasi yang telah dengan segala upaya merancang, mempersiapkan dan melaksanakan Occupational Health & Safety Management System berdasarkan OHSAS 18001:2007 akan selalu bertanya tentang keefektifan dari pelaksanaan System tersebut. Salah satu cara untuk mengetahui apakah System telah dilaksanakan secara efektif atau tidak adalah dengan melakukan Internal Audit. Hasil dari Internal Audit akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review yang disyaratkan oleh OHSAS 18001:2007.

Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit? Dalam pelatihan tiga hari ini peserta akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu semua, serta dilatih bagaimana cara melakukan Internal Audit, termasuk praktik langsung melakukan Audit Internal di Perusahaan.

 

TUJUAN

Setelah pelatihan ini, diharapkan peserta :

  1. Memahami persyaratan OHSAS 18001:2007
  2. Memahami apa dan kenapa diperlukan Internal Audit
  3. Mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  4. Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  5. Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  6. Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit

 

 

MATERI

Pada dasarnya materi pelatihan ini terdiri dari :

  1. Occupational Health & Safety Introduction
  2. Summary of Key Changes between OHSAS 18001:1999 and OHSAS 18001:2007
  3. Overview of OHSAS 18001:2007
  4. Internal Audit
  5. Workplace Stress
  6. Audit Performance
  7. Audit Closing, Reporting and Follow Up
  8. Audit Check List
  9. Audit Internal Simulation

 

PESERTA

Yang perlu menghadiri training OHSAS 18001 Auditor adalah: Operation/Production Manager, HRD Manager, Training and Development Manager, Management Representative (MR), Superintendent/Supervisor, Para Praktisi K-3, Dan semua yang terkait dalam pengembangan K-3 di perusahaan.

 

PEMATERI

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi / Praktisi yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.

 

DURASI

2 Hari di Yogyakarta (lokasi lain dapat di-request sesuai kebutuhan dan jumlah peserta).

 

Jadwal Pelatihan :

 

15 – 17 Januari 2019

9 – 11 April 2019

9 – 11 Juli 2019

24 – 26 September 2019

5 – 7  November 2019

 

hal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

 

Lokasi Pelatihan :

 

Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro (6.000.000 IDR / participant)

Jakarta, Hotel Amaris Tendean (6.500.000 IDR / participant)

Bandung, Hotel Golden Flower (6.500.000 IDR / participant)

Bali, Hotel Ibis Kuta (7.500.000 IDR / participant)

Lombok, Hotel Jayakarta (7.500.000 IDR / participant)

 

Investasi Pelatihan tahun 2019 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

 

Fasilitas Pelatihan :

 

FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)

FREE Akomodasi Peserta ke tempat pelatihan .

Module / Handout

FREE Flashdisk

Sertifikat

FREE Bag or bagpackers (Tas Training)

Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)

2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner

FREE Souvenir Exclusive

 

BANTUAN KEUANGAN PARPOL DAN TATA CARA PEMANFAATANNYA BERDASARKAN PERMENDAGRI NOMER 77 TAHUN 2014 DAN MASA PERSIAPAN PENSIUN

ISO 31000

ISO 31000

Risk Management

Sebelum membahas lebih lanjut tentang Risk Management ( Manajemen Risiko ) terlebih dahulu kita uraikan sedikit tentang istilah risiko itu sendiri. Segala aktifitas pastilah mempunyai resiko, suatu risiko akan berpotensi besar terjadi ketika kurang tersedianya informasi yang cukup dari suatu proses kegiatan. Secara umum risiko merupakan suatu keadaan yang dihadapi suatu organisasi / perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan yang mana hal ini akan dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi tersebut.

Lalu apa yang dimaksud dengan Risk Management ( Manajemen Resiko) ?

Standards Australia of the World’s Risk Management Standard mendiskripsikan Risk Management( Manajemen Risiko ) adalah suatu proses yang logis dan sistematis dalam mengidentifikasi, menganalisa, mengevaluasi, mengendalikan, mengawasi, dan mengkomunikasikan risiko yang berhubungan dengan segala aktivitas, fungsi atau proses dengan tujuan perusahaan mampu meminimalisasi kerugian dan memaksimumkan kesempatan serta untuk meningkatkan nilai perusahaan. Implementasi dari manajemen risiko ini membantu perusahaan dalam mengidentifikasi risiko sejak awal dan membantu membuat keputusan untuk mengatasi risiko tersebut. Risk Management ( Manajemen Risiko ) menjadi bagian penting yang sebaiknya dilakukan oleh suatu suatu perusahaan untuk terciptanya perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement).

Bagaimana proses Risk Management ( Manajemen Resiko) ?

Proses dalam Risk Manajemen terbagi dalam 3 tahap yaitu Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengendalian.

  1.   PERENCANAAN

Dalam proses ini manajemen organisasi / perusahaan harus menetapkan tujuan, misi,Penetapan target, penyusunan kebijakan dan ruang lingkup Risk Management (manajemen risiko ) yang akan dilakukan. Kebijakan yang di susun dalam Risk Management (manajemen risiko )  harus relevan dengan koteks strategi, tujuan , objektif serta harus dipastikan bahwa kebijakan tersebut dapat dimengerti, dapat diimplementasikan di setiap tingkatan organisasi.

  1.   PELAKSANAAN

Dalam pelakasanaan Risk Management (manajemen risiko )  langkah yang dilakukan diantaranya :

  1. Identifkasi risiko / Risk Identification

Mengidentifikasi apa, mengapa dan bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya risiko untuk analisis lebih lanjut. proses ini mengidentifikasi kejadian-kejadian potensial baik yang terjadi di lingkungan internal maupun eksternal organisasi / Perusahaan yang mempengaruhi strategi atau pencapaian tujuan dari organisasi.

  1. Analisis risiko / Risk Assessment

Melakukan analisa semua jenis resiko  dari hasil identifikasi risiko yang telah dilakukan sebelumnya sehingga diketahui dampak risiko serta tingkatan probabilitas dan konsekuensi yang akan terjadi. Risk Assesment / analisa Risiko dapat dilakukan dengan menganalisa semua jenis resiko yang akan terjadi, dengan menyusun dan melakukan :

  1. Risk Probability yaitu dengan menganalisa seberapa besar kemungkinan terjadi resiko
  2. Likelyhood Justification, Penjelasan mengenai nilai Probability yang didapatkan.
  3. Cost, Tingkat Nilai kerugian yang diderita apabila resiko benar-benar terjadi.
  4. Likelyhood Cost Justification, Penjelasan mengenai nilai cost yang didapatkan/diperoleh
  5. Risk Exposure, Risk Exposure  akan didapatkan dengan mengalikan probabilitas & cost dari masing-masing resiko.  Risk Exposure menandakan pentingnya Risk Assesment
  6. PENGENDALIAN:

Proses pengendalian ini meliputi evaluasi, Monitoring, komunikasi dan umpan-balik.Langkah yang dilakukan dalam evaluasi adalah membandingkan tingkat risiko yang telah dihitung pada tahapan Analisis risiko / Risk Assessment   dengan kriteria standar yang ditentukan. kemudian dimonitoring secara berkelanjutan terhadap risiko yang ada serta mengidentifikasi perubahan – perubahan yang perlu dilakukan  dan yang lebih penting lagi mengkomunikasikan ke seluruh level jabatan atau karyawan untuk memperoleh umpan balik.

Apakah ada standard internasional yang bisa dijadikan acuan dalam pelaksanaan Risk Management ( Manajemen Resiko) ?

Untuk memberikan paradigma yang diakui secara universal bagi para praktisi dan perusahaan terkait dengan Risk Management ( Manajemen Resiko). International Organization for Standardization mengeluarkan standard ISO 31000 untuk standard Risk Management system ( Manajemen Resiko).

System ISO 31000 memberikan prinsip-prinsip dan pedoman yang komprehensif mengenai system Risk Management ( Manajemen Resiko) karna memang ISO 31000 ini dikembangkan untuk meningkatkan teknik manajemen risiko. Mulai dari manajemen perencanaan , manajemen operasional sampai proses komunikasi dengan tujuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan di tempat kerja setiap saat.
BACA JUGA AUDIT INTERNAL OHSAS DAN AUDITOR INTERNAL INTEGRASI SISTEM MANAJEMEN

 

PENERAPAN OHSAS 18001 – SMK3

PENERAPAN OHSAS 18001 – SMK3

Pengertian Sistem Manajemen K3 / OHSAS 18001

PENERAPAN OHSAS 18001 – SMK3. OHSAS – Occupational Health and Safety Assesment Series-18001 merupakan standar internasional untuk penerapan Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja atau biasa disebut Manajemen K3  . Tujuan dari  OHSAS 18001  ini sendiri tidak jauh berbeda dengan tujuan Sistem Manajemen K3  Permenaker, yaitu Perlindungan terhadap para pekerja dari hal-hal yang tidak diinginkan yg timbul dari lingkungan kerja ataupun aktifitas pekerjaan itu sendiri yang berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan para pekerja serta supaya tidak menimbulkan kerugian besar yg diakibatkan dari kecelakaan kerja yang bisa menjadi menjadikan citra buruk perusahaan dan bisa menurunkan image perusahaan. seperti diketahui Banyak Industri ataupun bisa juga jasa yang prosesnya berdampak negative terhadap lingkungan serta kesehatan dan keselamatan pekerjanya, oleh karnanya di butuhkan manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja –  Manajemen K3  sehingga ada jaminan bagi para pekerjanya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa perusahaan besar terutama OIL&GAS mewajibkan semua mitranya minimal harus mengimplementasikan sistem  Manajemen K3  atau biasa di sebut dengan CSMS ( Contractor Safety Manajemen System ) serta untuk bisa mengikuti tender syarat utamanya perusahaan wajib memiliki dokumen K3LL .
Standar OHSAS mengandung beberapa komponen utama yang harus dipenuhi oleh perusahaan dalam penerapan Sistem  Manajemen K3  demi pelaksanaan Sistem Manajemen K3 yang berkesinambungan.

Komponen Utama  PENERAPAN OHSAS 18001 – SMK3

Komponen utama standar  OHSAS 18001  dalam penerapannya di perusahaan meliputi:
1. Adanya komitmen perusahaan tentang Sistem  Manajemen K3  .

  1. Adanya perencanaan tentang program-program Sistem Manajemen K3
  2. Operasi dan Implementasi Sistem Manajemen K3
  3. Pemeriksaan dan tindakan koreksi terhadap pelaksanaan Sistem  Manajemen K3di perusahaan
  4. Pengkajian manajemen perusahaan tentang kebijakan Sistem  Manajemen K3untuk pelaksanaan berkesinambungan.

Berdasarkan 5 komponen utama diatas, tahapan dalam penyusunan Sistem  Manajemen K3  menurut OHSAS 18001  dibagi menjadi 7 tahapan yaitu :

  1. mengindentifikasi resiko dan bahaya
  2. mengidentifikasi ketetapan UU dan peraturan hukum yang berlaku
  3. menentukan target dan pelaksana program
  4. melancarkan program perencanaan untuk mencapai target dan objek yang telah ditentukan
  5. mengadakan perencanaan terhadap kejadian darurat
  6. peninjauan ulang terhadap target dan para pelaksana System
  7. penetapan kebijakan sebagai usaha untuk mencapai kemajuan yang berkesinambungan. Tahapan penerapan ini lebih panjang jika dibandingkan dengan penerapan Sistem Manajemen K3 menurut permenaker tetapi dari segi isi tidak ada perbedaan yang signifikan.

 

Seiring dengan upaya pelaksanaan  OHSAS 18001  dalam perusahaan, muncullah suatu konsep baru sebagai akibat praktek  OHSAS 18001  dalam manajemen perusahaan. Konsep baru tersebut dikenal dengan nama Green Company.

KONSEP OHSAS 18001

Konsep  OHSAS 18001  memiliki beberapa kesesuaian dengan ISO 14001 dan ISO 9001, sehingga banyak perusahaan sekarang mengintegrasikan tiga sistem tersebut yaitu ISO 9001, ISO 14001 & OHSAS 18001  , dengan adanya sistem integrasi ini perusahaan akan lebih banyak mengambil keuntungan baik dari sisi effisiensi biaya ataupun efektifitas pelaksanaannya karna dengan integrasi system artinya satu prosedur sudah mencangkup tiga sistem tersebut ( ISO 9001, ISO 14001 & OHSAS 18001  )

Lalu bagaimana Tahapan-Tahapan dalam proses penerapan  Manajemen K3  ini?

Untuk menerapkan system  Manajemen K3  ini dibutuhkan tiga tahapan proses, Sebagai berikut :

  1. Tahap Indentifikasi Awal  Manajemen K3  – OHSAS 18001

Analisa / Indentifikasi terhadap tingkat kecukupan terhadap sistem dan fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja di organisasi / industry. Mencakup evaluasi proses di organisasi, pemeriksaan terhadap prosedur yang ada, analisa tingkat kecelakaan pada masa lalu dan peraturan atau perundang-undangan yang berlaku.

 

  1. Tahap Persiapan dan Implementasi Manajemen K3  – OHSAS 18001

Tahap ini merupakan tahap persiapan dokumen dan program kerja serta pelaksanaan implementasinya. Pada tahap ini ada beberapa elemen yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja serta kepemimpinannya
  2. Organisasi, sumberdaya dan training
  3. Pengendalian operasional yang menjadi titik tolak prosedur proses, peraturan kesehatan dan keselamatan kerja dan perijinan di lingkungan kerja.
  4. Tujuan dan target dari kesehatan dan keselamatan kerja
  5. Panduan system kesehatan dan keselamatan kerja dan dokumentasi
  6. Pengendalian operasional yang mencakup pemantauan kesehatan kerja, persiapan proyek, pembelian dan pemasok.
  7. Pemeriksaan dan tindakan pencegahan, investigasi dan tindakan perbaikan
  8. Tindakan darurat
  9. Pengendalian catatan, audit dan tinjauan manajemen.

 

  1. Tahap Penilaian Kinerja Proses Manajemen K3 – OHSAS 18001  

Tahap ini merupakan tahap penilaian terhadap system yang telah diterapkan mencakup penilaian dokumentasi, verifikasi penerapan dan tindakan perbaikan/ pencegahan yang diperlukan.
Untuk kebutuhan Konsultan untuk implementasi Sistem Manajemen K3  /   OHSAS 18001  atau membuat dokument CSMS/ K3LL kebutuhan tender, dapat menghubungi kami di:

 

kontak marketing                                             
                       

 

                                           

                     

 

BACA JUGA TRAINING AUDIT OPERASIONAL RUMAH SAKIT DAN AMDAL RUMAH SAKIT

OHSAS Occupational Health and Safety Assesment Series

OHSAS (Occupational Health and Safety Assesment Series)

PENDAHULUAN OHSAS

OHSAS. Pada tahun 1996, Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor : PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dimana pada pasal 3 Peraturan Menteri tersebut menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan SMK3.

 

TUJUAN

Setelah pelatihan ini, diharapkan peserta :

  1. Peserta  memahami SMK3 berdasarkan PP No.50 tahun 2012 dan OHSAS 18001:2007
  2. Peserta memahami metoda identifikasi dan pengkajian resiko bahaya k3
  3. Peserta memahami Proses Penyusunan Tujuan, Sasaran dan program K3
  4. Mampu melakukan gap analysis penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan
  5. Mampu menyusun sistem dokumentasi K3: Prosedur / SOP dan Instruksi Kerja
  6. Menyediakan, mengimplementasikan dan memelihara Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

 

MATERI

Pada dasarnya materi pelatihan ini terdiri dari :

  1. Dasar – dasar Manajemen K3:  Kebutuhan dan Masalah K3, Lingkup K3, Manajemen K3, Prinsip Dasar SMK3 dan Manfaat K3
  2. Pemahaman Persyaratan SMK3: Lingkup SMK3, Pemahaman per elemen SMK3: PP No. 50 2012 dan OHSAS 18001, keterkaitan antara SMK3 PP No. 50 2012 dan OHSAS 18001:2007, Pedoman Penerapan dan contoh penerapan
  3. Metode Identifikasi dan pengkajian resiko bahaya K3:Lingkup bahaya K3, metode identifikasi bahaya K3, metode pengkajian resiko bahaya K3
  4. Penyusunan Program K3: Lingkup Program K3, metode penyusunan program K3
  5. Sertifikasi SMK3 PP No. 50 2012 dan OHSAS 18001:2007
  6. Workshop / simulasi / studi kasus

 

PESERTA

Yang perlu menghadiri training OHSAS ini diantaranya adalah: HSE Dept, Operation/Production Manager, HRD Manager, Training and Development Manager, Management Representative (MR), Superintendent/Supervisor, Dan semua yang terkait dalam pengembangan HSE / Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan.

PEMATERI

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi / Praktisi yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.

 

Jadwal Pelatihan :

15 – 17 Januari 2019

9 – 11 April 2019

9 – 11 Juli 2019

24 – 26 September 2019

5 – 7  November 2019

hal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

Lokasi Pelatihan :

Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro (6.000.000 IDR / participant)

Jakarta, Hotel Amaris Tendean (6.500.000 IDR / participant)

Bandung, Hotel Golden Flower (6.500.000 IDR / participant)

Bali, Hotel Ibis Kuta (7.500.000 IDR / participant)

Lombok, Hotel Jayakarta (7.500.000 IDR / participant)

Investasi Pelatihan tahun 2019 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

Fasilitas Pelatihan :

FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)

FREE Akomodasi Peserta ke tempat pelatihan .

Module / Handout

FREE Flashdisk

Sertifikat

FREE Bag or bagpackers (Tas Training)

Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)

2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner

FREE Souvenir Exclusive

 

BACA JUGA LEGAL ASPECT OF PALM OIL PLANTATION DAN TINDAK PIDANA PERBANKAN

IMPLEMENTASI OHSAS 18001 – SMK3

IMPLEMENTASI OHSAS 18001 – SMK3

Pengertian Sistem Manajemen K3 / OHSAS 18001

IMPLEMENTASI OHSAS 18001 – SMK3, OHSAS – Occupational Health and Safety Assesment Series-18001 merupakan standar internasional untuk penerapan Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja atau biasa disebut Manajemen K3  . Tujuan dari  IMPLEMENTASI OHSAS 18001  ini sendiri tidak jauh berbeda dengan tujuan Sistem Manajemen K3  Permenaker, yaitu Perlindungan terhadap para pekerja dari hal-hal yang tidak diinginkan yg timbul dari lingkungan kerja ataupun aktifitas pekerjaan itu sendiri yang berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan para pekerja serta supaya tidak menimbulkan kerugian besar yg diakibatkan dari kecelakaan kerja yang bisa menjadi menjadikan citra buruk perusahaan dan bisa menurunkan image perusahaan. seperti diketahui Banyak Industri ataupun bisa juga jasa yang prosesnya berdampak negative terhadap lingkungan serta kesehatan dan keselamatan pekerjanya, oleh karnanya di butuhkan manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja –  Manajemen K3  sehingga ada jaminan bagi para pekerjanya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa perusahaan besar terutama OIL&GAS mewajibkan semua mitranya minimal harus mengimplementasikan sistem  Manajemen K3  atau biasa di sebut dengan CSMS ( Contractor Safety Manajemen System ) serta untuk bisa mengikuti tender syarat utamanya perusahaan wajib memiliki dokumen K3LL .

Standar OHSAS mengandung beberapa komponen utama yang harus dipenuhi oleh perusahaan dalam penerapan Sistem  Manajemen K3  demi pelaksanaan Sistem Manajemen K3 yang berkesinambungan.

Komponen Utama  IMPLEMENTASI OHSAS 18001 – SMK3 .

Komponen utama standar  OHSAS 18001  dalam penerapannya di perusahaan meliputi:
1. Adanya komitmen perusahaan tentang Sistem  Manajemen K3  .

  1. Adanya perencanaan tentang program-program Sistem Manajemen K3
  2. Operasi dan Implementasi Sistem Manajemen K3
  3. Pemeriksaan dan tindakan koreksi terhadap pelaksanaan Sistem  Manajemen K3di perusahaan
  4. Pengkajian manajemen perusahaan tentang kebijakan Sistem  Manajemen K3untuk pelaksanaan berkesinambungan.

Berdasarkan 5 komponen utama diatas, tahapan dalam penyusunan Sistem  Manajemen K3  menurut OHSAS 18001  dibagi menjadi 7 tahapan yaitu :

  1. mengindentifikasi resiko dan bahaya
  2. mengidentifikasi ketetapan UU dan peraturan hukum yang berlaku
  3. menentukan target dan pelaksana program
  4. melancarkan program perencanaan untuk mencapai target dan objek yang telah ditentukan
  5. mengadakan perencanaan terhadap kejadian darurat
  6. peninjauan ulang terhadap target dan para pelaksana System
  7. penetapan kebijakan sebagai usaha untuk mencapai kemajuan yang berkesinambungan. Tahapan penerapan ini lebih panjang jika dibandingkan dengan penerapan Sistem Manajemen K3 menurut permenaker tetapi dari segi isi tidak ada perbedaan yang signifikan.

Seiring dengan upaya pelaksanaan  OHSAS 18001  dalam perusahaan, muncullah suatu konsep baru sebagai akibat praktek  OHSAS 18001  dalam manajemen perusahaan. Konsep baru tersebut dikenal dengan nama Green Company.
Konsep  OHSAS 18001  memiliki beberapa kesesuaian dengan ISO 14001 dan ISO 9001, sehingga banyak perusahaan sekarang mengintegrasikan tiga sistem tersebut yaitu ISO 9001, ISO 14001 & OHSAS 18001  , dengan adanya sistem integrasi ini perusahaan akan lebih banyak mengambil keuntungan baik dari sisi effisiensi biaya ataupun efektifitas pelaksanaannya karna dengan integrasi system artinya satu prosedur sudah mencangkup tiga sistem tersebut ( ISO 9001, ISO 14001 & OHSAS 18001  )

Lalu bagaimana Tahapan-Tahapan dalam proses penerapan  Manajemen K3  ini?

Untuk menerapkan system  Manajemen K3  ini dibutuhkan tiga tahapan proses, Sebagai berikut :

  1. Tahap Indentifikasi Awal Manajemen K3  – OHSAS 18001

Analisa / Indentifikasi terhadap tingkat kecukupan terhadap sistem dan fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja di organisasi / industry. Mencakup evaluasi proses di organisasi, pemeriksaan terhadap prosedur yang ada, analisa tingkat kecelakaan pada masa lalu dan peraturan atau perundang-undangan yang berlaku.

 

  1. Tahap Persiapan dan Implementasi Manajemen K3  – OHSAS 18001

Tahap ini merupakan tahap persiapan dokumen dan program kerja serta pelaksanaan implementasinya. Pada tahap ini ada beberapa elemen yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja serta kepemimpinannya
  2. Organisasi, sumberdaya dan training
  3. Pengendalian operasional yang menjadi titik tolak prosedur proses, peraturan kesehatan dan keselamatan kerja dan perijinan di lingkungan kerja.
  4. Tujuan dan target dari kesehatan dan keselamatan kerja
  5. Panduan system kesehatan dan keselamatan kerja dan dokumentasi
  6. Pengendalian operasional yang mencakup pemantauan kesehatan kerja, persiapan proyek, pembelian dan pemasok.
  7. Pemeriksaan dan tindakan pencegahan, investigasi dan tindakan perbaikan
  8. Tindakan darurat
  9. Pengendalian catatan, audit dan tinjauan manajemen.

 

  1. Tahap Penilaian Kinerja Proses Manajemen K3 – OHSAS 18001  

Tahap ini merupakan tahap penilaian terhadap system yang telah diterapkan mencakup penilaian dokumentasi, verifikasi penerapan dan tindakan perbaikan/ pencegahan yang diperlukan.
Untuk kebutuhan Konsultan untuk implementasi Sistem Manajemen K3  /   OHSAS 18001  atau membuat dokument CSMS/ K3LL kebutuhan tender, dapat menghubungi kami di:

 

Jadwal Pelatihan :

 

15 – 17 Januari 2019

9 – 11 April 2019

9 – 11 Juli 2019

24 – 26 September 2019

5 – 7  November 2019

 

hal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

 

Lokasi Pelatihan :

 

Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro (6.000.000 IDR / participant)

Jakarta, Hotel Amaris Tendean (6.500.000 IDR / participant)

Bandung, Hotel Golden Flower (6.500.000 IDR / participant)

Bali, Hotel Ibis Kuta (7.500.000 IDR / participant)

Lombok, Hotel Jayakarta (7.500.000 IDR / participant)

 

Investasi Pelatihan tahun 2019 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

 

Fasilitas Pelatihan :

 

FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)

FREE Akomodasi Peserta ke tempat pelatihan .

Module / Handout

FREE Flashdisk

Sertifikat

FREE Bag or bagpackers (Tas Training)

Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)

2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner

FREE Souvenir Exclusive

 

 

                                           

 

BACA JUGA TRAINING PENYUSUNAN KONTRAK KERJA DAN PERJANJIAN ANTARA DOKTER DENGAN RUMAH SAKIT DAN TRAINING PELAYANAN ANASTESI DAN BEDAH (PAB) SESUAI STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT

AUDIT INTERNAL OHSAS TERBARU

AUDIT INTERNAL OHSAS

PENDAHULUAN AUDIT INTERNAL OHSAS

AUDIT INTERNAL OHSAS. Top management dari setiap organisasi yang telah dengan segala upaya merancang, mempersiapkan dan melaksanakan Occupational Health & Safety Management System berdasarkan OHSAS 18001:2007 akan selalu bertanya tentang keefektifan dari pelaksanaan System tersebut. Salah satu cara untuk mengetahui apakah System telah dilaksanakan secara efektif atau tidak adalah dengan melakukan Internal Audit. Hasil dari Internal Audit akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review yang disyaratkan oleh OHSAS 18001:2007.

Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit? Dalam pelatihan tiga hari ini peserta akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu semua, serta dilatih bagaimana cara melakukan Internal Audit, termasuk praktik langsung melakukan Audit Internal di Perusahaan.

 

TUJUAN

Setelah pelatihan ini, diharapkan peserta :

  1. Memahami persyaratan OHSAS 18001:2007
  2. Memahami apa dan kenapa diperlukan Internal Audit
  3. Mengetahui cara melaksanakan Internal Audit
  4. Memahami kompetensi yang diperlukan untuk menjadi Internal Auditor
  5. Mengetahui cara menganalisa hasil Internal Audit
  6. Mengetahui cara menindak lanjuti hasil Internal Audit

 

 

MATERI

Pada dasarnya materi pelatihan ini terdiri dari :

  1. Occupational Health & Safety Introduction
  2. Summary of Key Changes between OHSAS 18001:1999 and OHSAS 18001:2007
  3. Overview of OHSAS 18001:2007
  4. Internal Audit
  5. Workplace Stress
  6. Audit Performance
  7. Audit Closing, Reporting and Follow Up
  8. Audit Check List
  9. Audit Internal Simulation

 

PESERTA

Yang perlu menghadiri training OHSAS 18001 Auditor adalah: Operation/Production Manager, HRD Manager, Training and Development Manager, Management Representative (MR), Superintendent/Supervisor, Para Praktisi K-3, Dan semua yang terkait dalam pengembangan K-3 di perusahaan.

 

PEMATERI

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi / Praktisi yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.

 

Jadwal Pelatihan :

 

15 – 17 Januari 2019

9 – 11 April 2019

9 – 11 Juli 2019

24 – 26 September 2019

5 – 7  November 2019

 

hal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

 

Lokasi Pelatihan  :

 

Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro (6.000.000 IDR / participant)

Jakarta, Hotel Amaris Tendean (6.500.000 IDR / participant)

Bandung, Hotel Golden Flower (6.500.000 IDR / participant)

Bali, Hotel Ibis Kuta (7.500.000 IDR / participant)

Lombok, Hotel Jayakarta (7.500.000 IDR / participant)

 

Investasi Pelatihan tahun 2019 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

 

Fasilitas Pelatihan :

 

FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)

FREE Akomodasi Peserta ke tempat pelatihan .

Module / Handout

FREE Flashdisk

Sertifikat

FREE Bag or bagpackers (Tas Training)

Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)

2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner

FREE Souvenir Exclusive

 

OHSAS Occupational Health and Safety Assesment Series TERBARU

OHSAS (Occupational Health and Safety Assesment Series)

PENDAHULUAN OHSAS

OHSAS. Pada tahun 1996, Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor : PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dimana pada pasal 3 Peraturan Menteri tersebut menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan SMK3.

 

TUJUAN

Setelah pelatihan ini, diharapkan peserta :

  1. Peserta  memahami SMK3 berdasarkan PP No.50 tahun 2012 dan OHSAS 18001:2007
  2. Peserta memahami metoda identifikasi dan pengkajian resiko bahaya k3
  3. Peserta memahami Proses Penyusunan Tujuan, Sasaran dan program K3
  4. Mampu melakukan gap analysis penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan
  5. Mampu menyusun sistem dokumentasi K3: Prosedur / SOP dan Instruksi Kerja
  6. Menyediakan, mengimplementasikan dan memelihara Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

 

MATERI

Pada dasarnya materi pelatihan ini terdiri dari :

  1. Dasar – dasar Manajemen K3:  Kebutuhan dan Masalah K3, Lingkup K3, Manajemen K3, Prinsip Dasar SMK3 dan Manfaat K3
  2. Pemahaman Persyaratan SMK3: Lingkup SMK3, Pemahaman per elemen SMK3: PP No. 50 2012 dan OHSAS 18001, keterkaitan antara SMK3 PP No. 50 2012 dan OHSAS 18001:2007, Pedoman Penerapan dan contoh penerapan
  3. Metode Identifikasi dan pengkajian resiko bahaya K3:Lingkup bahaya K3, metode identifikasi bahaya K3, metode pengkajian resiko bahaya K3
  4. Penyusunan Program K3: Lingkup Program K3, metode penyusunan program K3
  5. Sertifikasi SMK3 PP No. 50 2012 dan OHSAS 18001:2007
  6. Workshop / simulasi / studi kasus

 

PESERTA

Yang perlu menghadiri training OHSAS ini diantaranya adalah: HSE Dept, Operation/Production Manager, HRD Manager, Training and Development Manager, Management Representative (MR), Superintendent/Supervisor, Dan semua yang terkait dalam pengembangan HSE / Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan.

 

PEMATERI

Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi / Praktisi yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.

 

Jadwal Pelatihan :

 

15 – 17 Januari 2019

9 – 11 April 2019

9 – 11 Juli 2019

24 – 26 September 2019

5 – 7  November 2019

 

hal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

 

Lokasi Pelatihan :

 

Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro (6.000.000 IDR / participant)

Jakarta, Hotel Amaris Tendean (6.500.000 IDR / participant)

Bandung, Hotel Golden Flower (6.500.000 IDR / participant)

Bali, Hotel Ibis Kuta (7.500.000 IDR / participant)

Lombok, Hotel Jayakarta (7.500.000 IDR / participant)

 

Investasi Pelatihan tahun 2019 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

 

Fasilitas Pelatihan :

 

FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)

FREE Akomodasi Peserta ke tempat pelatihan .

Module / Handout

FREE Flashdisk

Sertifikat

FREE Bag or bagpackers (Tas Training)

Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)

2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner

FREE Souvenir Exclusive

PENERAPAN OHSAS 18001 – SMK3

PENERAPAN OHSAS 18001 – SMK3

Pengertian Sistem Manajemen K3 / OHSAS 18001

PENERAPAN OHSAS 18001 – SMK3. OHSAS – Occupational Health and Safety Assesment Series-18001 merupakan standar internasional untuk penerapan Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja atau biasa disebut Manajemen K3  . Tujuan dari  OHSAS 18001  ini sendiri tidak jauh berbeda dengan tujuan Sistem Manajemen K3  Permenaker, yaitu Perlindungan terhadap para pekerja dari hal-hal yang tidak diinginkan yg timbul dari lingkungan kerja ataupun aktifitas pekerjaan itu sendiri yang berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan para pekerja serta supaya tidak menimbulkan kerugian besar yg diakibatkan dari kecelakaan kerja yang bisa menjadi menjadikan citra buruk perusahaan dan bisa menurunkan image perusahaan. seperti diketahui Banyak Industri ataupun bisa juga jasa yang prosesnya berdampak negative terhadap lingkungan serta kesehatan dan keselamatan pekerjanya, oleh karnanya di butuhkan manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja –  Manajemen K3  sehingga ada jaminan bagi para pekerjanya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa perusahaan besar terutama OIL&GAS mewajibkan semua mitranya minimal harus mengimplementasikan sistem  Manajemen K3  atau biasa di sebut dengan CSMS ( Contractor Safety Manajemen System ) serta untuk bisa mengikuti tender syarat utamanya perusahaan wajib memiliki dokumen K3LL .
Standar OHSAS mengandung beberapa komponen utama yang harus dipenuhi oleh perusahaan dalam penerapan Sistem  Manajemen K3  demi pelaksanaan Sistem Manajemen K3 yang berkesinambungan.

Komponen Utama  PENERAPAN OHSAS 18001 – SMK3

Komponen utama standar  OHSAS 18001  dalam penerapannya di perusahaan meliputi:
1. Adanya komitmen perusahaan tentang Sistem  Manajemen K3  .

  1. Adanya perencanaan tentang program-program Sistem Manajemen K3
  2. Operasi dan Implementasi Sistem Manajemen K3
  3. Pemeriksaan dan tindakan koreksi terhadap pelaksanaan Sistem  Manajemen K3di perusahaan
  4. Pengkajian manajemen perusahaan tentang kebijakan Sistem  Manajemen K3untuk pelaksanaan berkesinambungan.

Berdasarkan 5 komponen utama diatas, tahapan dalam penyusunan Sistem  Manajemen K3  menurut OHSAS 18001  dibagi menjadi 7 tahapan yaitu :

  1. mengindentifikasi resiko dan bahaya
  2. mengidentifikasi ketetapan UU dan peraturan hukum yang berlaku
  3. menentukan target dan pelaksana program
  4. melancarkan program perencanaan untuk mencapai target dan objek yang telah ditentukan
  5. mengadakan perencanaan terhadap kejadian darurat
  6. peninjauan ulang terhadap target dan para pelaksana System
  7. penetapan kebijakan sebagai usaha untuk mencapai kemajuan yang berkesinambungan. Tahapan penerapan ini lebih panjang jika dibandingkan dengan penerapan Sistem Manajemen K3 menurut permenaker tetapi dari segi isi tidak ada perbedaan yang signifikan.

 

Seiring dengan upaya pelaksanaan  OHSAS 18001  dalam perusahaan, muncullah suatu konsep baru sebagai akibat praktek  OHSAS 18001  dalam manajemen perusahaan. Konsep baru tersebut dikenal dengan nama Green Company.

KONSEP OHSAS 18001

Konsep  OHSAS 18001  memiliki beberapa kesesuaian dengan ISO 14001 dan ISO 9001, sehingga banyak perusahaan sekarang mengintegrasikan tiga sistem tersebut yaitu ISO 9001, ISO 14001 & OHSAS 18001  , dengan adanya sistem integrasi ini perusahaan akan lebih banyak mengambil keuntungan baik dari sisi effisiensi biaya ataupun efektifitas pelaksanaannya karna dengan integrasi system artinya satu prosedur sudah mencangkup tiga sistem tersebut ( ISO 9001, ISO 14001 & OHSAS 18001  )

Lalu bagaimana Tahapan-Tahapan dalam proses penerapan  Manajemen K3  ini?

Untuk menerapkan system  Manajemen K3  ini dibutuhkan tiga tahapan proses, Sebagai berikut :

  1. Tahap Indentifikasi Awal  Manajemen K3  – OHSAS 18001

Analisa / Indentifikasi terhadap tingkat kecukupan terhadap sistem dan fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja di organisasi / industry. Mencakup evaluasi proses di organisasi, pemeriksaan terhadap prosedur yang ada, analisa tingkat kecelakaan pada masa lalu dan peraturan atau perundang-undangan yang berlaku.

 

  1. Tahap Persiapan dan Implementasi Manajemen K3  – OHSAS 18001

Tahap ini merupakan tahap persiapan dokumen dan program kerja serta pelaksanaan implementasinya. Pada tahap ini ada beberapa elemen yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja serta kepemimpinannya
  2. Organisasi, sumberdaya dan training
  3. Pengendalian operasional yang menjadi titik tolak prosedur proses, peraturan kesehatan dan keselamatan kerja dan perijinan di lingkungan kerja.
  4. Tujuan dan target dari kesehatan dan keselamatan kerja
  5. Panduan system kesehatan dan keselamatan kerja dan dokumentasi
  6. Pengendalian operasional yang mencakup pemantauan kesehatan kerja, persiapan proyek, pembelian dan pemasok.
  7. Pemeriksaan dan tindakan pencegahan, investigasi dan tindakan perbaikan
  8. Tindakan darurat
  9. Pengendalian catatan, audit dan tinjauan manajemen.

 

  1. Tahap Penilaian Kinerja Proses Manajemen K3 – OHSAS 18001  

Tahap ini merupakan tahap penilaian terhadap system yang telah diterapkan mencakup penilaian dokumentasi, verifikasi penerapan dan tindakan perbaikan/ pencegahan yang diperlukan.
Untuk kebutuhan Konsultan untuk implementasi Sistem Manajemen K3  /   OHSAS 18001  atau membuat dokument CSMS/ K3LL kebutuhan tender, dapat menghubungi kami di:

Jadwal Pelatihan :

 

15 – 17 Januari 2019

9 – 11 April 2019

9 – 11 Juli 2019

24 – 26 September 2019

5 – 7  November 2019

 

hal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

 

Lokasi Pelatihan :

 

Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro (6.000.000 IDR / participant)

Jakarta, Hotel Amaris Tendean (6.500.000 IDR / participant)

Bandung, Hotel Golden Flower (6.500.000 IDR / participant)

Bali, Hotel Ibis Kuta (7.500.000 IDR / participant)

Lombok, Hotel Jayakarta (7.500.000 IDR / participant)

 

Investasi Pelatihan tahun 2019 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

 

Fasilitas Pelatihan :

 

FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)

FREE Akomodasi Peserta ke tempat pelatihan .

Module / Handout

FREE Flashdisk

Sertifikat

FREE Bag or bagpackers (Tas Training)

Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)

2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner

FREE Souvenir Exclusive

 

kontak marketing

 

                                           

 

ISO 31000

ISO 31000

Risk Management

Sebelum membahas lebih lanjut tentang Risk Management ( Manajemen Risiko ) terlebih dahulu kita uraikan sedikit tentang istilah risiko itu sendiri. Segala aktifitas pastilah mempunyai resiko, suatu risiko akan berpotensi besar terjadi ketika kurang tersedianya informasi yang cukup dari suatu proses kegiatan. Secara umum risiko merupakan suatu keadaan yang dihadapi suatu organisasi / perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan yang mana hal ini akan dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi tersebut.

Lalu apa yang dimaksud dengan Risk Management ( Manajemen Resiko) ?

Standards Australia of the World’s Risk Management Standard mendiskripsikan Risk Management( Manajemen Risiko ) adalah suatu proses yang logis dan sistematis dalam mengidentifikasi, menganalisa, mengevaluasi, mengendalikan, mengawasi, dan mengkomunikasikan risiko yang berhubungan dengan segala aktivitas, fungsi atau proses dengan tujuan perusahaan mampu meminimalisasi kerugian dan memaksimumkan kesempatan serta untuk meningkatkan nilai perusahaan. Implementasi dari manajemen risiko ini membantu perusahaan dalam mengidentifikasi risiko sejak awal dan membantu membuat keputusan untuk mengatasi risiko tersebut. Risk Management ( Manajemen Risiko ) menjadi bagian penting yang sebaiknya dilakukan oleh suatu suatu perusahaan untuk terciptanya perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement).

Bagaimana proses Risk Management ( Manajemen Resiko) ?

Proses dalam Risk Manajemen terbagi dalam 3 tahap yaitu Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengendalian.

  1.   PERENCANAAN

Dalam proses ini manajemen organisasi / perusahaan harus menetapkan tujuan, misi,Penetapan target, penyusunan kebijakan dan ruang lingkup Risk Management (manajemen risiko ) yang akan dilakukan. Kebijakan yang di susun dalam Risk Management (manajemen risiko )  harus relevan dengan koteks strategi, tujuan , objektif serta harus dipastikan bahwa kebijakan tersebut dapat dimengerti, dapat diimplementasikan di setiap tingkatan organisasi.

  1.   PELAKSANAAN

Dalam pelakasanaan Risk Management (manajemen risiko )  langkah yang dilakukan diantaranya :

  1. Identifkasi risiko / Risk Identification

Mengidentifikasi apa, mengapa dan bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya risiko untuk analisis lebih lanjut. proses ini mengidentifikasi kejadian-kejadian potensial baik yang terjadi di lingkungan internal maupun eksternal organisasi / Perusahaan yang mempengaruhi strategi atau pencapaian tujuan dari organisasi.

  1. Analisis risiko / Risk Assessment

Melakukan analisa semua jenis resiko  dari hasil identifikasi risiko yang telah dilakukan sebelumnya sehingga diketahui dampak risiko serta tingkatan probabilitas dan konsekuensi yang akan terjadi. Risk Assesment / analisa Risiko dapat dilakukan dengan menganalisa semua jenis resiko yang akan terjadi, dengan menyusun dan melakukan :

  1. Risk Probability yaitu dengan menganalisa seberapa besar kemungkinan terjadi resiko
  2. Likelyhood Justification, Penjelasan mengenai nilai Probability yang didapatkan.
  3. Cost, Tingkat Nilai kerugian yang diderita apabila resiko benar-benar terjadi.
  4. Likelyhood Cost Justification, Penjelasan mengenai nilai cost yang didapatkan/diperoleh
  5. Risk Exposure, Risk Exposure  akan didapatkan dengan mengalikan probabilitas & cost dari masing-masing resiko.  Risk Exposure menandakan pentingnya Risk Assesment
  6. PENGENDALIAN:

Proses pengendalian ini meliputi evaluasi, Monitoring, komunikasi dan umpan-balik.Langkah yang dilakukan dalam evaluasi adalah membandingkan tingkat risiko yang telah dihitung pada tahapan Analisis risiko / Risk Assessment   dengan kriteria standar yang ditentukan. kemudian dimonitoring secara berkelanjutan terhadap risiko yang ada serta mengidentifikasi perubahan – perubahan yang perlu dilakukan  dan yang lebih penting lagi mengkomunikasikan ke seluruh level jabatan atau karyawan untuk memperoleh umpan balik.

Apakah ada standard internasional yang bisa dijadikan acuan dalam pelaksanaan Risk Management ( Manajemen Resiko) ?

Untuk memberikan paradigma yang diakui secara universal bagi para praktisi dan perusahaan terkait dengan Risk Management ( Manajemen Resiko). International Organization for Standardization mengeluarkan standard ISO 31000 untuk standard Risk Management system ( Manajemen Resiko).

System ISO 31000 memberikan prinsip-prinsip dan pedoman yang komprehensif mengenai system Risk Management ( Manajemen Resiko) karna memang ISO 31000 ini dikembangkan untuk meningkatkan teknik manajemen risiko. Mulai dari manajemen perencanaan , manajemen operasional sampai proses komunikasi dengan tujuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan di tempat kerja setiap saat.

Jadwal Pelatihan :

 

15 – 17 Januari 2019

9 – 11 April 2019

9 – 11 Juli 2019

24 – 26 September 2019

5 – 7  November 2019

 

hal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

 

Lokasi Pelatihan :

 

Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro (6.000.000 IDR / participant)

Jakarta, Hotel Amaris Tendean (6.500.000 IDR / participant)

Bandung, Hotel Golden Flower (6.500.000 IDR / participant)

Bali, Hotel Ibis Kuta (7.500.000 IDR / participant)

Lombok, Hotel Jayakarta (7.500.000 IDR / participant)

 

Investasi Pelatihan tahun 2019 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

 

Fasilitas Pelatihan :

 

FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)

FREE Akomodasi Peserta ke tempat pelatihan .

Module / Handout

FREE Flashdisk

Sertifikat

FREE Bag or bagpackers (Tas Training)

Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)

2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner

FREE Souvenir Exclusive

IMPLEMENTASI OHSAS 18001 – SMK3

IMPLEMENTASI OHSAS 18001 – SMK3

Pengertian Sistem Manajemen K3 / OHSAS 18001

IMPLEMENTASI OHSAS 18001 – SMK3, OHSAS – Occupational Health and Safety Assesment Series-18001 merupakan standar internasional untuk penerapan Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja atau biasa disebut Manajemen K3  . Tujuan dari  IMPLEMENTASI OHSAS 18001  ini sendiri tidak jauh berbeda dengan tujuan Sistem Manajemen K3  Permenaker, yaitu Perlindungan terhadap para pekerja dari hal-hal yang tidak diinginkan yg timbul dari lingkungan kerja ataupun aktifitas pekerjaan itu sendiri yang berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan para pekerja serta supaya tidak menimbulkan kerugian besar yg diakibatkan dari kecelakaan kerja yang bisa menjadi menjadikan citra buruk perusahaan dan bisa menurunkan image perusahaan. seperti diketahui Banyak Industri ataupun bisa juga jasa yang prosesnya berdampak negative terhadap lingkungan serta kesehatan dan keselamatan pekerjanya, oleh karnanya di butuhkan manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja –  Manajemen K3  sehingga ada jaminan bagi para pekerjanya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa perusahaan besar terutama OIL&GAS mewajibkan semua mitranya minimal harus mengimplementasikan sistem  Manajemen K3  atau biasa di sebut dengan CSMS ( Contractor Safety Manajemen System ) serta untuk bisa mengikuti tender syarat utamanya perusahaan wajib memiliki dokumen K3LL .

Standar OHSAS mengandung beberapa komponen utama yang harus dipenuhi oleh perusahaan dalam penerapan Sistem  Manajemen K3  demi pelaksanaan Sistem Manajemen K3 yang berkesinambungan.

Komponen Utama  IMPLEMENTASI OHSAS 18001 – SMK3 .

Komponen utama standar  OHSAS 18001  dalam penerapannya di perusahaan meliputi:
1. Adanya komitmen perusahaan tentang Sistem  Manajemen K3  .

  1. Adanya perencanaan tentang program-program Sistem Manajemen K3
  2. Operasi dan Implementasi Sistem Manajemen K3
  3. Pemeriksaan dan tindakan koreksi terhadap pelaksanaan Sistem  Manajemen K3di perusahaan
  4. Pengkajian manajemen perusahaan tentang kebijakan Sistem  Manajemen K3untuk pelaksanaan berkesinambungan.

Berdasarkan 5 komponen utama diatas, tahapan dalam penyusunan Sistem  Manajemen K3  menurut OHSAS 18001  dibagi menjadi 7 tahapan yaitu :

  1. mengindentifikasi resiko dan bahaya
  2. mengidentifikasi ketetapan UU dan peraturan hukum yang berlaku
  3. menentukan target dan pelaksana program
  4. melancarkan program perencanaan untuk mencapai target dan objek yang telah ditentukan
  5. mengadakan perencanaan terhadap kejadian darurat
  6. peninjauan ulang terhadap target dan para pelaksana System
  7. penetapan kebijakan sebagai usaha untuk mencapai kemajuan yang berkesinambungan. Tahapan penerapan ini lebih panjang jika dibandingkan dengan penerapan Sistem Manajemen K3 menurut permenaker tetapi dari segi isi tidak ada perbedaan yang signifikan.

Seiring dengan upaya pelaksanaan  OHSAS 18001  dalam perusahaan, muncullah suatu konsep baru sebagai akibat praktek  OHSAS 18001  dalam manajemen perusahaan. Konsep baru tersebut dikenal dengan nama Green Company.
Konsep  OHSAS 18001  memiliki beberapa kesesuaian dengan ISO 14001 dan ISO 9001, sehingga banyak perusahaan sekarang mengintegrasikan tiga sistem tersebut yaitu ISO 9001, ISO 14001 & OHSAS 18001  , dengan adanya sistem integrasi ini perusahaan akan lebih banyak mengambil keuntungan baik dari sisi effisiensi biaya ataupun efektifitas pelaksanaannya karna dengan integrasi system artinya satu prosedur sudah mencangkup tiga sistem tersebut ( ISO 9001, ISO 14001 & OHSAS 18001  )

Lalu bagaimana Tahapan-Tahapan dalam proses penerapan  Manajemen K3  ini?

Untuk menerapkan system  Manajemen K3  ini dibutuhkan tiga tahapan proses, Sebagai berikut :

  1. Tahap Indentifikasi Awal Manajemen K3  – OHSAS 18001

Analisa / Indentifikasi terhadap tingkat kecukupan terhadap sistem dan fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja di organisasi / industry. Mencakup evaluasi proses di organisasi, pemeriksaan terhadap prosedur yang ada, analisa tingkat kecelakaan pada masa lalu dan peraturan atau perundang-undangan yang berlaku.

 

  1. Tahap Persiapan dan Implementasi Manajemen K3  – OHSAS 18001

Tahap ini merupakan tahap persiapan dokumen dan program kerja serta pelaksanaan implementasinya. Pada tahap ini ada beberapa elemen yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja serta kepemimpinannya
  2. Organisasi, sumberdaya dan training
  3. Pengendalian operasional yang menjadi titik tolak prosedur proses, peraturan kesehatan dan keselamatan kerja dan perijinan di lingkungan kerja.
  4. Tujuan dan target dari kesehatan dan keselamatan kerja
  5. Panduan system kesehatan dan keselamatan kerja dan dokumentasi
  6. Pengendalian operasional yang mencakup pemantauan kesehatan kerja, persiapan proyek, pembelian dan pemasok.
  7. Pemeriksaan dan tindakan pencegahan, investigasi dan tindakan perbaikan
  8. Tindakan darurat
  9. Pengendalian catatan, audit dan tinjauan manajemen.

 

  1. Tahap Penilaian Kinerja Proses Manajemen K3 – OHSAS 18001  

Tahap ini merupakan tahap penilaian terhadap system yang telah diterapkan mencakup penilaian dokumentasi, verifikasi penerapan dan tindakan perbaikan/ pencegahan yang diperlukan.
Untuk kebutuhan Konsultan untuk implementasi Sistem Manajemen K3  /   OHSAS 18001  atau membuat dokument CSMS/ K3LL kebutuhan tender, dapat menghubungi kami di:

Jadwal Pelatihan :

 

15 – 17 Januari 2019

9 – 11 April 2019

9 – 11 Juli 2019

24 – 26 September 2019

5 – 7  November 2019

 

hal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

 

Lokasi Pelatihan :

 

Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro (6.000.000 IDR / participant)

Jakarta, Hotel Amaris Tendean (6.500.000 IDR / participant)

Bandung, Hotel Golden Flower (6.500.000 IDR / participant)

Bali, Hotel Ibis Kuta (7.500.000 IDR / participant)

Lombok, Hotel Jayakarta (7.500.000 IDR / participant)

 

Investasi Pelatihan tahun 2019 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

 

Fasilitas Pelatihan :

 

FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)

FREE Akomodasi Peserta ke tempat pelatihan .

Module / Handout

FREE Flashdisk

Sertifikat

FREE Bag or bagpackers (Tas Training)

Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)

2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner

FREE Souvenir Exclusive

kontak marketing