Search for:
Email Address

marketing@infotrainingjogja.com

Customer Support

+6282134943084

Office Address

Jl. Nangka II no. 200 Karangnongko sanggrahan

Layanan

Kami menyediakan pelayanan training di antara lain :

In House Training

In House Training

Kegiatan in house training memudahkan peserta memahami materi karena dapat langsung diaplikasikan dengan kunjungan praktek di perusahan

Training & Konsultan

Training & Konsultan

Menciptakan disiplin kerja karyawan sehingga perusahaan akan lebih maju dengan adanya SDM yang terlatih.

Sertifikasi

Sertifikasi

Menunjukkan kompetensi SDM sehingga meningkatkan daya saing perusahaan didunia industri.

image
image
image
image
image
image

Tentang Kami

Mengapa Memilih Kami ?

Online/Offline Training

Biaya kompetitif

Satu peserta bisa running

image

Dapatkan penawaran terbaik kami !

Klik untuk menghubungi kontak kami --->

training cmb exploration

IN HOUSE TRAINING COAL BED METHANE (CBM) EXPLORATION

IN HOUSE TRAINING COAL BED METHANE (CBM) EXPLORATION

DESKRIPSI

Coal Bed Methane (CBM) merupakan salah satu sumber energi gas alam yang berasal dari lapisan batubara dan memiliki potensi penting dalam pengembangan energi alternatif di sektor pertambangan dan energi. Selain memberikan manfaat ekonomi, pemanfaatan gas metana juga berperan dalam mengurangi potensi bahaya akumulasi gas di area pertambangan. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan kegiatan eksplorasi CBM secara terencana dan sistematis. Dalam proses tersebut, tim teknis melakukan identifikasi potensi reservoir yang terdapat pada lapisan batubara. Selanjutnya, tim geologi dan geofisika menganalisis karakteristik formasi batuan untuk memahami potensi kandungan gas metana. Setelah itu, perusahaan merencanakan kegiatan pengeboran untuk mengevaluasi potensi produksi gas secara lebih akurat. Dengan demikian, proses eksplorasi CBM membantu perusahaan memahami potensi sumber energi yang tersedia. Pada akhirnya, pemanfaatan CBM dapat mendukung pengembangan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Read More

training underground mine operations

IN HOUSE TRAINING MANAJEMEN PRODUKSI TAMBANG BAWAH TANAH

IN HOUSE TRAINING MANAJEMEN PRODUKSI TAMBANG BAWAH TANAH

DESKRIPSI

Kegiatan pertambangan bawah tanah memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan tambang terbuka. Dalam operasionalnya, perusahaan harus merencanakan dan mengelola proses produksi secara cermat karena kegiatan tambang melibatkan berbagai faktor teknis. Sebagai contoh, tim operasional harus mempertimbangkan kondisi geologi, sistem ventilasi, keselamatan kerja, penggunaan alat berat khusus, serta koordinasi operasional yang terintegrasi. Selain itu, setiap tahapan produksi harus berjalan secara terkoordinasi agar aktivitas penambangan dapat berlangsung secara aman dan produktif. Apabila perusahaan tidak mengelola proses produksi secara optimal, produktivitas tambang dapat menurun. Di sisi lain, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan biaya operasional serta menambah risiko keselamatan bagi pekerja di area tambang bawah tanah. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengelola sistem produksi tambang bawah tanah secara terencana dan terkontrol.

Read More

training manajemen air tambang

IN HOUSE TRAINING DEWATERING DAN MANAJEMEN AIR TAMBANG

IN HOUSE TRAINING DEWATERING DAN MANAJEMEN AIR TAMBANG

DESKRIPSI

Dalam kegiatan pertambangan, perusahaan harus mengelola air tambang secara efektif karena kondisi air sangat memengaruhi kelancaran operasional. Dalam praktiknya, air dapat berasal dari curah hujan, air tanah, maupun limpasan permukaan di area tambang. Akibatnya, air yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan genangan di area kerja. Selain itu, genangan air juga dapat menurunkan stabilitas lereng dan menghambat aktivitas produksi. Di sisi lain, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi pekerja serta peralatan tambang. Oleh karena itu, perusahaan perlu merancang sistem dewatering dan manajemen air tambang secara sistematis. Dengan demikian, perusahaan dapat menjaga operasi tambang tetap aman, efisien, dan berkelanjutan.

Read More

training recourse modeling

IN HOUSE TRAINING GEOSTATISTIK UNTUK PEMODELAN SUMBER DAYA

IN HOUSE TRAINING GEOSTATISTIK UNTUK PEMODELAN SUMBER DAYA

DESKRIPSI

Dalam industri pertambangan, perusahaan menggunakan geostatistik sebagai metode statistik untuk menganalisis distribusi spasial data geologi seperti kadar mineral, ketebalan lapisan, dan karakteristik batuan. Dalam kegiatan eksplorasi, tim geologi mengumpulkan data melalui pengeboran dan pengambilan sampel di berbagai titik area tambang. Selanjutnya, tim teknis menganalisis data tersebut menggunakan pendekatan geostatistik untuk memahami pola penyebaran mineral di dalam tubuh bijih. Selain itu, perusahaan memanfaatkan metode geostatistik untuk memperkirakan volume serta kadar bijih berdasarkan data sampel yang terbatas. Pada akhirnya, hasil analisis tersebut membantu tim teknis menyusun perencanaan tambang serta mengevaluasi kelayakan pengembangan proyek secara lebih tepat.

Read More

training heavy equipment tyres

IN HOUSE TRAINING MANAJEMEN BAN (TYRE MANAGEMENT) ALAT BERAT

IN HOUSE TRAINING MANAJEMEN BAN (TYRE MANAGEMENT) ALAT BERAT

DESKRIPSI

Dalam operasi industri berat seperti pertambangan, konstruksi, dan logistik, ban alat berat menjadi salah satu komponen penting yang sangat memengaruhi keselamatan, produktivitas, serta biaya operasional unit. Dalam operasionalnya, ban berfungsi sebagai penghubung utama antara kendaraan dan permukaan tanah. Melalui fungsi tersebut, ban menentukan stabilitas kendaraan, tingkat traksi, serta kemampuan unit dalam membawa beban berat. Selain itu, kondisi ban juga sangat memengaruhi kinerja alat berat selama proses operasi. Oleh karena itu, perusahaan harus mengelola penggunaan dan pemeliharaan ban secara terencana. Di sisi lain, dalam praktik industri tambang, biaya ban sering menjadi salah satu komponen biaya operasional terbesar setelah bahan bakar. Dengan demikian, pengelolaan ban yang efektif menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi operasional. Pada akhirnya, manajemen ban yang baik membantu perusahaan menjaga keselamatan kerja sekaligus mengendalikan biaya operasional.

Read More

training slope stability monitoring

IN HOUSE TRAINING MONITORING SLOPE STABILITY DENGAN SSR RADAR

IN HOUSE TRAINING MONITORING SLOPE STABILITY DENGAN SSR RADAR

DESKRIPSI

Dalam operasi pertambangan terbuka, kestabilan lereng menjadi salah satu faktor keselamatan yang paling kritis. Hal ini terjadi karena kegagalan lereng dapat memicu longsor yang membahayakan pekerja, merusak peralatan, serta mengganggu kelangsungan operasi tambang. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan pemantauan kondisi lereng secara berkelanjutan. Melalui pemantauan tersebut, tim teknis dapat mendeteksi pergerakan tanah atau batuan yang berpotensi menyebabkan kegagalan lereng. Selain itu, perkembangan teknologi memungkinkan perusahaan menggunakan sistem pemantauan yang lebih akurat. Sebagai contoh, slope stability radar merupakan teknologi radar berbasis darat yang digunakan untuk memindai permukaan lereng. Melalui teknologi ini, sistem dapat mendeteksi deformasi atau pergerakan lereng dengan tingkat presisi yang sangat tinggi. Dengan demikian, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi bahaya lebih awal dan mengambil tindakan pencegahan secara tepat.

Read More

training shovel operations

IN HOUSE TRAINING PENGOPERASIAN DRAGLINE DAN SHOVEL EFEKTIF

IN HOUSE TRAINING PENGOPERASIAN DRAGLINE DAN SHOVEL EFEKTIF

DESKRIPSI

Dalam operasi pertambangan terbuka, perusahaan menggunakan dragline dan shovel sebagai alat berat utama untuk kegiatan penggalian dan pemindahan material dalam skala besar. Dalam praktik operasionalnya, dragline excavator bekerja dengan memanfaatkan boom panjang serta bucket yang digerakkan menggunakan sistem kabel. Melalui mekanisme tersebut, alat ini mampu menggali dan memindahkan material seperti tanah penutup maupun batuan secara efisien. Selain itu, dragline sangat efektif digunakan dalam tambang terbuka karena mampu menjangkau area penggalian dari jarak yang relatif jauh. Dengan demikian, alat ini tidak harus berada tepat di lokasi penggalian untuk melakukan proses pengambilan material. Di sisi lain, shovel juga berperan penting dalam kegiatan pemuatan material ke alat angkut. Oleh karena itu, pengoperasian kedua alat berat ini memerlukan keterampilan serta pemahaman teknis yang baik. Pada akhirnya, pengelolaan operasi dragline dan shovel yang tepat akan sangat memengaruhi produktivitas kegiatan penambangan.

Read More

training sustainable mine reclamation

IN HOUSE TRAINING REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG BERKELANJUTAN

IN HOUSE TRAINING REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG BERKELANJUTAN

DESKRIPSI

Kegiatan pertambangan sering menyebabkan perubahan kondisi lingkungan seperti kerusakan struktur tanah, hilangnya vegetasi, serta perubahan tata air di wilayah tambang. Akibatnya, aktivitas penambangan dapat menimbulkan gangguan terhadap keseimbangan ekosistem di sekitar area tambang. Oleh karena itu, perusahaan pertambangan wajib melakukan kegiatan reklamasi setelah aktivitas penambangan selesai. Dalam praktiknya, reklamasi tambang merupakan proses penataan kembali lahan yang telah ditambang agar menjadi aman dan stabil. Selain itu, proses reklamasi juga bertujuan memulihkan fungsi lingkungan yang sebelumnya terganggu akibat kegiatan pertambangan. Dengan demikian, reklamasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan lingkungan pada kegiatan pertambangan. Pada akhirnya, kegiatan reklamasi yang baik membantu memastikan keberlanjutan lingkungan di wilayah pasca tambang.

Read More

training community relations

IN HOUSE TRAINING LAND ACQUISITION DAN COMMUNITY RELATIONS

IN HOUSE TRAINING LAND ACQUISITION DAN COMMUNITY RELATIONS

DESKRIPSI

Dalam pengembangan proyek infrastruktur, energi, maupun pertambangan, proses land acquisition atau pengadaan lahan menjadi tahap penting sebelum kegiatan konstruksi atau operasional dapat dimulai. Dalam pelaksanaannya, perusahaan harus melakukan identifikasi kepemilikan lahan secara akurat. Selanjutnya, perusahaan melakukan proses negosiasi kompensasi dengan pemilik lahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, perusahaan juga perlu menyiapkan proses relokasi apabila kondisi proyek memerlukannya. Oleh karena itu, seluruh tahapan pengadaan lahan harus dilaksanakan secara transparan dan adil. Dengan demikian, perusahaan dapat meminimalkan potensi konflik sosial maupun permasalahan hukum di kemudian hari. Terlebih lagi, dalam proyek berskala besar seperti pertambangan atau pembangunan infrastruktur, pengelolaan pengadaan lahan yang baik sangat menentukan kelancaran pelaksanaan proyek. Pada akhirnya, proses pengadaan lahan yang terkelola dengan baik membantu memastikan proyek dapat berjalan sesuai rencana.

Read More

image