Search for:

IN HOUSE TRAINING PERMIT TO WORK UNTUK AKTIVITAS BERISIKO TINGGI

IN HOUSE TRAINING PERMIT TO WORK UNTUK AKTIVITAS BERISIKO TINGGI

DESKRIPSI

Banyak perusahaan saat ini melakukan berbagai pekerjaan berisiko tinggi, seperti hot work, confined space, working at height, maupun pekerjaan kelistrikan. Namun, tanpa sistem Permit To Work (PTW) yang terstruktur, potensi bahaya sering tidak teridentifikasi secara menyeluruh sehingga risiko kecelakaan kerja dan gangguan operasional menjadi lebih besar.

Oleh karena itu, pelaksanaan In House Training Permit To Work menjadi langkah investasi strategis bagi perusahaan yang ingin meningkatkan pengendalian pekerjaan berisiko tinggi. Melalui pelatihan ini, peserta akan mempelajari prosedur penerbitan izin kerja, identifikasi bahaya, penilaian risiko, verifikasi pengendalian, hingga pengawasan selama pekerjaan berlangsung. Selain itu, peserta juga akan memahami koordinasi antar pihak yang terlibat agar setiap pekerjaan dapat berjalan dengan aman dan sesuai prosedur. Pada akhirnya, penerapan Permit To Work yang tepat tidak hanya mengurangi risiko kecelakaan kerja, tetapi juga meningkatkan kepatuhan terhadap sistem manajemen K3.

Read More

IN HOUSE TRAINING HAZARD COMMUNICATION DALAM PENGENDALIAN BAHAYA KERJA

IN HOUSE TRAINING HAZARD COMMUNICATION DALAM PENGENDALIAN BAHAYA KERJA

DESKRIPSI

Banyak perusahaan saat ini menggunakan berbagai bahan kimia dan material berbahaya dalam kegiatan operasional. Namun, kurangnya komunikasi mengenai potensi bahaya, pelabelan yang tidak sesuai, serta minimnya pemahaman terhadap Safety Data Sheet (SDS) sering meningkatkan risiko kecelakaan kerja, paparan bahan berbahaya, dan gangguan kesehatan pekerja.

Oleh karena itu, pelaksanaan In House Training Hazard Communication menjadi langkah investasi strategis bagi perusahaan yang ingin memperkuat sistem pengendalian bahaya kerja. Melalui pelatihan ini, peserta akan mempelajari cara mengidentifikasi bahan berbahaya, memahami sistem pelabelan sesuai standar Global Harmonized System (GHS), menggunakan Safety Data Sheet (SDS), hingga mengomunikasikan potensi bahaya secara efektif kepada seluruh pekerja. Selain itu, peserta juga akan memahami cara menerapkan program Hazard Communication sebagai bagian dari sistem manajemen K3. Pada akhirnya, penerapan Hazard Communication yang tepat tidak hanya mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja, tetapi juga meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi serta budaya keselamatan di perusahaan.

Read More