Search for:
IN HOUSE TRAINING PENYUSUNAN KONTRAK KERJA DAN PERJANJIAN ANTARA DOKTER DENGAN RUMAH SAKIT

IN HOUSE TRAINING PENYUSUNAN KONTRAK KERJA DAN PERJANJIAN ANTARA DOKTER DENGAN RUMAH SAKIT

IN HOUSE TRAINING PENYUSUNAN KONTRAK KERJA DAN PERJANJIAN ANTARA DOKTER DENGAN RUMAH SAKIT

 

DESKRIPSI

Dalam praktik operasional rumah sakit, hubungan kerja antara dokter, baik dokter tetap, paruh waktu, maupun visiting specialist, membentuk hubungan hukum yang harus diatur secara jelas dan tegas. Oleh karena itu, rumah sakit menyusun dan menerapkan kontrak kerja atau perjanjian yang memiliki kekuatan hukum sebagai dasar hubungan profesional. Selain itu, kontrak kerja tersebut menetapkan hak dan kewajiban masing-masing pihak, melindungi rumah sakit dan dokter dari risiko sengketa, serta meminimalkan potensi klaim malpraktik maupun perselisihan ketenagakerjaan di masa mendatang. Dengan demikian, kontrak kerja berperan strategis dalam menjaga kepastian hukum dan keberlanjutan layanan medis. Read More

IN HOUSE TRAINING MANAGEMENT QUALITY CONTROL DAN QUALITY ASSURANCE DALAM ORGANISASI RUMAH SAKIT

IN HOUSE TRAINING MANAGEMENT QUALITY CONTROL DAN QUALITY ASSURANCE DALAM ORGANISASI RUMAH SAKIT

IN HOUSE TRAINING MANAGEMENT QUALITY CONTROL DAN QUALITY ASSURANCE DALAM ORGANISASI RUMAH SAKIT

 

DESKRIPSI

Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) merupakan pilar utama dalam sistem manajemen mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Dengan demikian, rumah sakit mengendalikan kualitas layanan sejak perencanaan mutu (quality planning), memastikan kepatuhan operasional terhadap standar, serta secara berkelanjutan meningkatkan mutu layanan.  Selain itu, QC dan QA tidak hanya menjamin kepatuhan terhadap SOP, tetapi juga melindungi keselamatan pasien, meningkatkan kepuasan pasien, dan menjaga konsistensi outcome layanan klinis maupun administratif yang berorientasi mutu. Read More

IN HOUSE TRAINING AMDAL RUMAH SAKIT

IN HOUSE TRAINING AMDAL RUMAH SAKIT

IN HOUSE TRAINING AMDAL RUMAH SAKIT

 

DESKRIPSI

Penyelenggaraan rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tidak hanya memengaruhi aspek klinis dan administratif, tetapi juga berdampak langsung terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itu, seluruh aktivitas rumah sakit—mulai dari pengelolaan limbah medis, penggunaan sumber daya, emisi, hingga pembuangan limbah cair—harus dikelola secara sistematis berbasis prinsip keselamatan lingkungan dan kepatuhan regulasi. Selain itu, rumah sakit perlu memastikan bahwa setiap kegiatan operasional selaras dengan ketentuan perundang-undangan lingkungan. Read More

IN HOUSE TRAINING AUDIT OPERASIONAL RUMAH SAKIT

IN HOUSE TRAINING AUDIT OPERASIONAL RUMAH SAKIT

IN HOUSE TRAINING AUDIT OPERASIONAL RUMAH SAKIT

 

DESKRIPSI

Audit operasional rumah sakit berperan sebagai proses penilaian sistematis yang mengevaluasi efektivitas, efisiensi, serta kepatuhan operasional di seluruh unit layanan, baik klinis maupun non-klinis. Oleh karena itu, melalui audit operasional yang baik, rumah sakit dapat menilai pencapaian tujuan organisasi, mengidentifikasi pemborosan sumber daya, mengukur risiko operasional, dan memastikan bahwa seluruh praktik kerja berjalan sesuai dengan standard operating procedure (SOP), regulasi kesehatan, serta standar akreditasi. Namun demikian, agar audit operasional memberikan dampak nyata, rumah sakit perlu membekali tim audit dan manajemen dengan kompetensi yang memadai. Read More

IN HOUSE TRAINING SATUAN PENGAWAS INTERNAL (SPI) RUMAH SAKIT

IN HOUSE TRAINING SATUAN PENGAWAS INTERNAL (SPI) RUMAH SAKIT

IN HOUSE TRAINING SATUAN PENGAWAS INTERNAL (SPI) RUMAH SAKIT

 

DESKRIPSI

Satuan Pengawas Internal (SPI) memegang peran strategis dalam sistem tata kelola rumah sakit karena secara aktif menilai efektivitas pengendalian internal, memastikan kepatuhan terhadap prosedur, serta mendorong peningkatan kualitas operasional dan manajemen risiko organisasi. Oleh karena itu, SPI secara langsung membantu pimpinan rumah sakit mengawal seluruh fungsi layanan agar berjalan sesuai kebijakan internal, standar akreditasi, dan regulasi kesehatan yang berlaku. Selain itu, keberadaan SPI memperkuat akuntabilitas, meningkatkan transparansi, serta mendukung pengambilan keputusan manajerial yang berbasis evaluasi objektif. Read More

IN HOUSE TRAINING KODING REKAM MEDIS (ICD-10 DAN INA-CBGS) RUMAH SAKIT

IN HOUSE TRAINING KODING REKAM MEDIS (ICD-10 DAN INA-CBGS) RUMAH SAKIT

IN HOUSE TRAINING KODING REKAM MEDIS (ICD-10 DAN INA-CBGS) RUMAH SAKIT

 

DESKRIPSI

Pelatihan Koding Rekam Medis (ICD-10 & INA-CBGS) secara khusus dirancang untuk meningkatkan kompetensi petugas rekam medis, koder rumah sakit, serta tenaga terkait dalam melakukan klasifikasi dan pengkodean diagnosis maupun prosedur medis sesuai standar yang berlaku. Read More

IN HOUSE TRAINING PELAYANAN ANESTESI DAN BEDAH (PAB) RUMAH SAKIT

IN HOUSE TRAINING PELAYANAN ANESTESI DAN BEDAH (PAB) RUMAH SAKIT

IN HOUSE TRAINING PELAYANAN ANESTESI DAN BEDAH (PAB) RUMAH SAKIT

 

DESKRIPSI

Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB) memegang peran krusial dalam sistem pelayanan klinis rumah sakit karena secara langsung memengaruhi keselamatan pasien, efektivitas prosedur bedah, dan pengelolaan risiko perioperatif. Oleh sebab itu, rumah sakit harus memastikan anestesi yang tepat, persiapan pra-bedah yang matang, serta koordinasi yang kuat antara ahli anestesi, dokter bedah, dan tim klinis lainnya. Selain itu, koordinasi yang efektif mampu menurunkan risiko komplikasi, meningkatkan outcome operasi, dan mempercepat pemulihan pasien. Dengan demikian, kualitas pelayanan anestesi dan bedah menjadi indikator penting mutu layanan rumah sakit. Read More

IN HOUSE TRAINING SERVICE EXCELLENCE RUMAH SAKIT (PELAYANAN PRIMA PASIEN)

IN HOUSE TRAINING SERVICE EXCELLENCE RUMAH SAKIT (PELAYANAN PRIMA PASIEN)

IN HOUSE TRAINING SERVICE EXCELLENCE RUMAH SAKIT (PELAYANAN PRIMA PASIEN)

 

DESKRIPSI

Service excellence atau pelayanan prima pasien menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan layanan rumah sakit karena selain kualitas klinis, pengalaman pasien sangat menentukan tingkat kepuasan dan kepercayaan terhadap rumah sakit. Oleh sebab itu, rumah sakit perlu secara konsisten menghadirkan pelayanan yang ramah, responsif, aman, dan terkoordinasi. Selain itu, pelayanan yang unggul secara langsung meningkatkan loyalitas pasien, memperkuat reputasi rumah sakit, serta mendorong pencapaian kinerja organisasi secara keseluruhan. Dengan demikian, pelayanan prima tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi bagian strategis dari sistem pelayanan kesehatan. Read More

IN HOUSE TRAINING INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MENUJU AKREDITASI JCI

IN HOUSE TRAINING INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MENUJU AKREDITASI JCI

IN HOUSE TRAINING INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MENUJU AKREDITASI JCI

 

DESKRIPSI

Instalasi Farmasi merupakan salah satu unit pelayanan penunjang rumah sakit yang secara langsung berperan dalam menjamin mutu layanan, keselamatan pasien, serta penggunaan obat yang rasional. Dalam konteks akreditasi internasional, khususnya Joint Commission International (JCI), instalasi farmasi harus secara konsisten memenuhi standar ketat terkait pengelolaan obat, keselamatan penggunaan obat, akurasi pencatatan, dan prosedur layanan kefarmasian yang terdokumentasi dengan baik. Selain itu, instalasi farmasi perlu mengintegrasikan seluruh proses tersebut dengan layanan klinis dan operasional rumah sakit agar mutu dan keselamatan pasien tetap terjaga secara menyeluruh. Read More

IN HOUSE TRAINING PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

IN HOUSE TRAINING PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

 

DESKRIPSI

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan upaya strategis rumah sakit yang secara langsung bertujuan meningkatkan kesehatan pasien, keluarga, staf, serta masyarakat luas melalui edukasi, komunikasi, dan intervensi kesehatan yang terencana. Dalam konteks ini, PKRS tidak hanya berfungsi sebagai kampanye informasi semata, melainkan juga menjadi bagian integral dari sistem layanan kesehatan yang lebih luas. Oleh karena itu, program ini berfokus pada pemberdayaan pasien dan masyarakat dalam pencegahan penyakit serta peningkatan kualitas hidup. Selain itu, PKRS memperkuat peran rumah sakit sebagai agen perubahan kesehatan masyarakat, bukan sekadar tempat pemberian layanan klinis. Read More